Review: Bamed Skin Care

Beberapa waktu lalu, saya sedikit sharing pada instagram saya tentang Klinik Spesialis Kulit yang kerap saya kunjungi dua tahun silam, yaitu Bamed Skin Care. Ternyata beberapa teman banyak yang tertarik dengan klinik ini, tetapi masih maju mundur untuk mencoba. Jadi agar review saya lebih terstruktur, saya memilih untuk menjawab dengan post ini. Remember, sharing is caring!

Dulu, saya tipe orang yang senang mencoba berbagai macam skin care. Namun sayangnya, saya sulit menemukan skin care yang cocok dengan kulit saya. Tipe kulit saya adalah berminyak dan acne prone. Salah sedikit memakai skin care, kulit wajah saya berujung purging dan breakout. Sampai suatu saat saya mengalami purging dan muncul jerawat yang parah karena tidak cocok memakai suatu essence yang saya beli over the counter. Sejak saat itu, saya sampai di titik malas mencoba-coba skin care yang sembarangan. Hingga akhirnya saya mencari tahu klinik spesialis kulit mana yang bagus dan memiliki dermato-venereologist yang berpengalaman. Saya pun di-refer teman saya yang kebetulan memiliki masalah kulit wajah yang sama untuk ke Bamed Skin Care di Dharmawangsa Square (FYI: klinik Bamed saat ini sudah ada pula di Meruya dan Menteng).

Pada awal kedatangan, sekitar dua tahun lalu, saya melakukan konsultasi dengan dr. Conny Melly Rosdiana SpKK. Orangnya baik dan ramah sekali. Penjelasan dr. Conny detail sekali dan sangat informatif dalam menjawab pertanyaan saya, bukan hanya skincare tetapi juga makeup. Saat itu, saya direkomendasikan untuk melakukan serangkaian perawatan untuk jerawat. Tindakan yang saya jalani saat itu adalah peeling serta laser Nd-YAG. Saya pun diberi cleanser, krim pagi serta krim malam. Seingat saya, dalam waktu 2 bulan, wajah saya kembali membaik. Saya pun sudah jarang melakukan tindakan dan hanya memakai krim saja, tentunya diiringi dengan kontrol berkala.

Masalah kulit wajah saya memang hanya jerawat yang kerap datang. Setelah sekian lama, saya mengalami breakout yang lebih parah dari sebelumnya. Breakout ini saya alami pada bulan Januari 2017 lalu pasca operasi skoliosis. Saya pun langsung mengunjungi dr. Conny untuk mengatasi breakout yang sempat membuat saya agak panik.

Saat konsultasi, dokter menanyakan seputar obat-obatan apa saja yang saya konsumsi pasca operasi untuk diperiksa kandungannya. Ternyata ada beberapa obat yang merangsang pertumbuhan jerawat. Ditambah, saya pun memakai produk make up yang comedogenic untuk menutupi jerawat yang muncul. Karena kondisi kulit saya yang sedang meradang, akhirnya saya kembali menjalani peeling dan laser Nd-YAG.

Tentang Peeling – Peeling ini adalah tindakan untuk mengangkat kulit mati, komedo, serta menangani jerawat. Biasanya dokter meminta untuk berhenti memakai krim malam terlebih dahulu dua hari pre-peeling. Sebelum peeling, dokter membersihkan kulit wajah saya dengan facial, yaitu pengangkatan komedo serta penyuntikan jerawat. Rasanya cukup painful sih hehe, tapi sabar saja. Saat cairan untuk peeling diaplikasikan, wajah saya disemprot dengan air berkali-kali. Setelah itu, wajah saya diberi es batu untuk mencegah peradangan dan dioleskan post peel cream.

Tentang Laser Nd-YAG – Tindakan ini dilakukan untuk mengencangkan kulit wajah, mengecilkan pori, menghilangkan dark / red spot akibat jerawat dan mencerahkan kulit wajah. Saat laser berlangsung, rasanya sedikit sakit dan tercium bau terbakar. Hal tersebut wajar karena suhu laser memang panas. Namun setelah treatment selesai, rasa sakit sama sekali tidak terasa.

Selain treatment tersebut, saya diberikan pula obat minum dan serangkaian skin care routine. Obat minum yang diberikan adalah Doxicor yang berfungsi menghambat pertumbuhan jerawat. Sedangkan skin care yang saat ini saya jalani (secara berurutan) adalah:

Cleanser 3 – Ditujukan untuk kulit yang berminyak. Cleanser ini sangat mild dan tidak berbusa sama sekali. Setelah mencuci muka, kulit wajah bersih dan lembut tanpa terasa ‘tertarik’. Beda halnya jika saya memakai sabun wajah yang mengandung busa.

Cleanser 5 – Kalau kulit wajah saya sedang kering karena breakout atau pasca peeling, saya memakai cleanser ini karena kandungannya memang lebih mild dan ditujukan untuk dry skin.

Cleanser

Vit C Serum – Serum ini dipakai pada pagi hari dengan fungsi untuk mencerahkan dan mengurangi bekas jerawat. Namun, karena saat ini saya masih berjerawat, Vit C Serum belum saya gunakan lagi. Serum ini digunakan saat jerawat benar-benar sudah hilang.

C-Gel – Gel pagi ini saya gunakan setiap hari. Tekstur gel nya sangat cepat menyerap di kulit, tidak lengket dan tidak berminyak. Menurut saya sangat bagus menjadi primer make up karena finishing nya yang membuat wajah halus memudahkan saya mengaplikasikan concealer / foundation. Setelah C-Gel saya biasanya memakai sunscreen untuk proteksi kulit wajah dari sinar UV.

Spot Gel – Gel ini ditotolkan ke setiap jerawat aktif untuk meredakan kemerahan dan menghilangkan jerawat. Biasanya dipakai pada pagi dan malam hari.

PMC 2 – Krim ini ditujukan untuk membantu spot gel menghilangkan jerawat yang meradang. Biasanya kalau sedang ber-makeup saya hanya pakai di malam hari karena kurang bagus sebagai base makeup. Apabila hari itu saya tidak ber-makeup, maka saya pakai setelah Spot Gel.

Diamond Cream 3 – Krim ini dipakai pada malam hari untuk acne fighting dan mencerahkan kulit.

Post Peel Cream – Krim ini dipakai tiga hari pasca peeling atau satu hari pasca laser sebagai pengganti krim pagi dan krim malam. Biasanya saya pakai krim ini sebagai layer pertama dari Diamond Cream 3 karena efeknya sangat kuat di kulit wajah saya. Apabila tidak diproteksi oleh Post Peel Cream, beberapa bagian kulit wajah saya sedikit mengelupas dan akan menjadi kurang smooth saat mengaplikasikan concealer atau foundation.

Krim

Kurang lebih 3 bulan setelah saya memulai rangkaian acne fighting ini, my skin is getting better! Memang bekas jerawat yang berbentuk red dan dark spot belum 100% hilang, namun jerawat yang meradang sudah tidak muncul kecuali pada saat red days. Komedo dan beruntusan pun menurun secara drastis. Pigmentasi kulit saya terlihat lebih baik dan cerah. Overall, I really love the result!

Snapshot

Nah, beberapa teman-teman menanyakan berapa sih budget yang diperlukan untuk menjalani skin care di Bamed? Berikut saya coba berikan gambaran yang saya harap mendekati detail ya! (Note: harga per Juni 2017)

  1. Administrasi / Kedatangan: IDR 25,OOO
  2. Biaya Konsultasi Dokter / Kedatangan: IDR 250.000
  3. Suntik Jerawat / Facial Komedo: IDR 165.000
  4. Laser Nd-YAG: IDR 750.000
  5. Peeling: IDR 450.000
  6. Doxicor 100 mg / 30 pil: IDR 278.000
  7. Cleanser: IDR 96.000
  8. Spot Gel: IDR 58.000
  9. Diamond Cream 3: IDR 345.000

Dari rincian diatas teman-teman sudah dapat melihat gambaran ya kira-kira berapa price range per kedatangan dan per tindakan. Untuk harga-harga krim dan serum saya akan sertakan pada comment ya apabila sudah ingat berapa hehehe. Kalau saya sendiri, biasanya melakukan visit ke Bamed setiap 2 minggu sekali atau satu bulan sekali. Semua tergantung kebutuhan dan kondisi kulit. Apabila saya berkunjung 2 minggu sekali, saya hanya melakukan satu tindakan. Apabila satu bulan, saya melakukan combine treatment yaitu peeling dan laser.

That’s it. Semoga membantu teman-teman yang penasaran dengan Bamed Skin Care ya!

unnamed

One thought on “Review: Bamed Skin Care

  1. Hello admin, do you monetize your blog ? There is easy method to earn decent money every month, just
    search on youtube : How to earn with wordai 4

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s